Feeds:
Posts
Comments

Love Requires Action

Paskah sudah dekat.. Hari Jumat besok, murid-murid Kristus akan memperingati peristiwa kematian-Nya di salib kurang lebih, sebutlah, 2000 tahun yang silam. Sudah tradisi bagi saya yang hina ini untuk menulis sebuah tulisan tentang Paskah setiap tahunnya. Tahun-tahun yang silam, saya menuliskan beberapa tulisan, sudah tidak terlacak jejaknya lagi. Anggap saja ini tulisan yang akan mendukung yang silam.

Saya percaya bahwa beberapa malam belakangan ini saya dituntun untuk mengingat keajaiban-keajaiban yang telah saya alami di sepanjang hidupku yang singkat ini. Everything happens for a reason, reason that we may never know. Or if we’re smart enough to look back and think of everything all over again, the reason may be revealed to us. Mungkin tidak semua hal disingkapkan, tapi itulah hidup dan misterinya, bukan? Kalau diingat-ingat lagi, ada begitu banyak hal yang terjadi. Hidupku ini bukan kebetulan, dan begitu juga dengan kalian, Pembaca. Each of us serves a purpose, purpose that we discover in each step of our lives. Jujur saja, hingga saat ini saya tidak tahu apa tujuan hidupku. Mysteries of life, eh? Saya iri pada orang-orang yang sudah tahu dengan jelas apa tujuan hidup mereka. Beberapa malam belakangan ini saya mendengarkan lagu-lagu Hillsong, Pembaca! Sudah lama saya tidak membiarkan sesama murid Kristus membisikkan kata-kata indah tentang iman di telingaku. Dan mereka membuat saya merenungkan banyak hal..

Tahun ini adalah tahun kesepuluh saya merayakan Paskah sejak, sebut saja, menerima Yesus dengan sadar dan sukacita. Siapa yang sangka saya akan menjadi seperti ini? Jujur saja, saya sendiripun tidak pernah menyangka saya akan menjadi seorang yang melewatkan pertemuan-pertemuan ibadah, tidak peduli lagi pada kehidupan persekutuan dengan jemaat (ini bukan hal yang baik, dan semoga Pembaca tidak mencontoh kehidupan rohaniku yang destruktif), dan lainnya. Siapa yang sangka, seorang yang dahulu rajin pelayanan, aktif di berbagai kegiatan gereja, rajin dalam persekutuan jemaat dan ibadah akan meninggalkan semuanya itu hanya karena alasan yang belum, atau mungkin, tidak ingin diungkapkannya? Sayapun tidak menyangka.

Apakah saya menyesal menerima Yesus dan ingin kembali ke jalan hidup yang gelap? Tidak. Menerima Yesus adalah hal terbaik di dalam hidupku ini. Meski itu berarti saya harus hidup benar, dalam bekerja tidak boleh melakukan kecurangan, dalam bisnis tidak boleh mengutamakan keuntungan pribadi semata, dalam hidup harus mengasihi sesama seperti diri sendiri (ini tidak mudah, Pembaca) karena point-nya dihitung sama dengan mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati. Kalau hanya sekadar mengatakan “I love Jesus” atau “I love God” dan kata-kata manis lainnya, itu bukan hal yang sulit, tapi melakukannya itu luar biasa sulitnya! Saya belum pernah mengeluarkan statement seperti itu. Kalian pasti akan bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang murid Kristus (saya memilih menggunakan istilah ini bukan tanpa sebab) selama kurang lebih sepuluh tahun tidak pernah mengucapkan pernyataan itu, “I love Jesus” atau “I love God”? Lucu! Saya tidak menganggap hal itu lucu. Justru adalah hal yang sangat memalukan ketika kita berkata “I love Jesus” tapi perbuatan-perbuatan kita penuh dengan kekejian, kelicikan, berusaha menjatuhkan saudara-saudara kita, perbuatan-perbuatan yang justru mempermalukan Dia yang katanya kita “kasihi.” Apakah itu merupakan wujud kasih kita kepada-Nya? Well, tidak semua orang berpendapat seperti saya, tapi toh saya tidak memaksakan pendapat saya, bukan? Saya lebih senang melakukan hal-hal yang menunjukkan kasihku kepada Tuhan dan sesama daripada hanya sekadar mengucap kata-kata meaningless.

Itulah yang membuat saya mulai meninggalkan ibadah dan persekutuan dengan jemaat. Memang bukan hal yang benar, itu saya akui. Tapi apalah gunanya pergi ke pertemuan ibadah namun pulang dengan hati yang dongkol? Mengapa dongkol? Saya melihat begitu banyak orang yang konon “mengasihi Yesus” tapi yang mereka lakukan justru sebaliknya. Ketika kita mengasihi seseorang, bukankah kita akan memberikan yang terbaik demi menyenangkannya? Saya tidak senang dengan ibadah-ibadah yang tidak dipersiapkan dengan baik, asal-asalan saja. Hypothetically speaking, bagaimana mungkin seseorang menjamu presiden dengan meja yang penuh noda, makanan yang asal-asalan disiapkan, pelayan yang tidak tanggap, musik yang fals dan segala hal buruk yang bisa Pembaca tambahkan? Tidak mungkin ‘kan? Pasti yang terbaik yang akan dilakukan untuk menjilat presiden. Mirisnya, sebagian di antara kita tidak memberikan yang terbaik untuk Tuhan, Sang Pemberi Kehidupan. Simply because God is invisible. Karena Tuhan tidak kelihatan. Seandainya saja Yesus bersama-sama dengan setiap muridnya dalam wujud manusia yang berdarah dan berdaging, saya yakin sekali, kita semua akan berusaha sekuat tenaga to impress Him. Am I right or am I right?

Tuhan berkata bahwa Ia mengasihi manusia, bukan begitu? Dan ketika Ia berkata bahwa Ia mengasihi kita, kita bisa yakin bahwa kata-katanya bukan sekadar janji manis. Dia datang ke dalam dunia ini. Tuhan mengajarkan tentang kasih, dan Dia melakukan apa yang Dia ajarkan. Berjalan bersama-sama dengan manusia yang membutuhkan kasih, memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada zaman-Nya (bahkan hingga saat ini!), melakukan mujizat-mujizat, mati di kayu salib, bangkit dan kembali ke surga, tempat dari mana Dia datang, dan yang akan kita tuju. Dia berjanji akan menjaga kita, anak-anak-Nya, menyiapkan tempat bagi kita ketika kita bersama-sama dengan Dia kelak. Ketika Dia berkata bahwa Ia mengasihi kita, Dia bersungguh-sungguh akan setiap patah kata dari kalimat itu. Look at us! Ketika kita berkata “I love You, Jesus,” did we really mean it? Cause He certainly did mean every single word He said.

Malu dong ah kalau kita menyatakan bahwa kita mengasihi seseorang tapi perbuatan kita mengatakan yang sebaliknya.. Kesadaran ini yang mengantarkan saya pada satu kesimpulan, bukan seberapa sering kita beribadah, atau berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, atau seberapa sering kita pelayanan maupun hal-hal religious lainnya yang menjadi kesaksian tentang Dia di dalam dunia ini, tetapi seberapa besar kita menunjukkan kasih itu, seberapa besar kita mengasihi sesama kita seperti Kristus mengasihi mereka. Karena hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan, Allah kita dengan segenap hati dan seluruh keberadaan kita ; dan hukum lain yang sama pentingnya adalah mengasihi sesama manusia sebagaimana kita mengasihi diri sendiri. Love requires action!

I am not religious, but I have deep faith.

– Some famous opera singer

On Injury Time

05:57 AM

EMOSI JIWA!!!!!!!!!!!!

What am I doing at this time of day, AWAKE?! You have no idea! I haven’t sleep properly, and yes, at this time I am up writing this post. What on earth is happening? Believe me, it’s not a good thing. CRAP!

*) I tend to get very emotional when I don’t sleep properly. I warned you, so read this post at your own risk.

Entah ini suatu berkat atau hal lainnya, tapi sepasang telinga yang diberikan kepadaku ini sungguh sangat peka terhadap suara! Grrrr!!! Tahu kenapa saya tidak bisa tidur tadi malam? Well, apparently ada orang yang begitu bodohnya menyalakan radio dari malam sampai pagi! Ini orang bodoh ya! Tidak tau ada yang namanya timer?! Grrr!!! Plus, ini kan zamannya hemat energi! Sampah bener nih orang! Belum lagi ada yang persiapan untuk peringatan cem-beng hari ini. Berisik!

Seriously! Meski yang diputar itu radio, meski lagu-lagu yang disiarkan itu menurut beberapa orang berada dalam kategori bagus, I COULDN’T SLEEP ALL NIGHT! Senang ya! Situ senang, bisa tidur nyenyak, soalnya BUDEG. Saya tidak! Sampah bener!

Persiapan cem-beng ini sungguh bisa bunuh orang lagi! Mau bunuh orang ya! Well, buat kalian yang tidak tahu tradisi cem-beng, ini adalah tradisi yang dilakukan oleh orang-orang keturunan Cina di manapun mereka berada di seluruh dunia, setiap tahun. Dan apa yang dilakukan? Mengunjungi makam leluhur, membersihkan makam, sembahyang, bakar ini, bakar itu, BLARGH! I don’t do that. To me, that kind of tradition is creepy, and I hate it. Sebut saja
saya kacang lupa kulit, atau apapun yang kalian inginkan, but we live in a free world, dan saya sungguh tidak senang pada tradisi Cina, apapun itu. Not even Chinese New Year.

Suara-suara, asap hasil bakar ini bakar itu, they’re enough to drag me away from my comfy bed. Saya bahkan sudah tidak ingin tidur lagi! The smoke suffocated me! Ini orang-orang tidak tahu ya bahaya asap?! Iya, mereka tidak merasakan dampaknya, saya yang rasa! Sudah cukup.

I really envy people who live far far away from their family. No more kepoh people urusin ini itu, telling them “what is right to do”, snooping around their businesses and personal lives. No, I hate that kind of people, siapapun mereka. Even close relatives. I love my privacy, namun sepertinya privacy is a luxury that not a single Chinese can enjoy while they live close to their family. Things should change.

Sepertinya acara sembahyang di rumah sudah selesai. I’m going to have my breakfast now dan lanjut tidur. Wish me luck!

Quote of the day :

Live by the iceberg rule. 10% on surface, 90% under the surface

(Brooke Fraser)

Dalam dua hari terakhir ini, demonstrasi yang menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) telah menjadi headline news pada hampir semua media massa Indonesia. Berbagai macam aksi yang dilakukan oleh -pada umumnya- mahasiswa, menjadi sorotan para pemburu berita, dari aksi damai yang tertib, sampai pada aksi brutal yang dikutuk.

Terus terang saja, saya merasa kecewa atas tingkah laku dan perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa beberapa universitas negeri di Makassar pada demonstrasi yang digelar dua hari belakangan ini. Siapa yang tidak malu, kota domisilinya menjadi headline news karena aksi penyerbuan pada restoran cepat saji, pelemparan pada salah satu supermarket, penutupan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), penyanderaan truk, penutupan jalan, bahkan ada pengguna jalan yang dianiaya karena melintasi jalan yang ditutup oleh mahasiswa! Apa-apaan ini?

Mari kita telaah tentang rencana kenaikan harga BBM ini. Menurut Pemerintah Indonesia, rencana kenaikan harga BBM ini adalah untuk mengurangi subsidi BBM pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) agar dana subsidi tersebut dapat dialokasikan untuk subsidi pemerintah pada bidang lainnya. Selain itu juga untuk menekan angka defisit dan seterusnya dan seterusnya.

Saya sendiri tidak menentang demonstrasi. Unjuk rasa bukanlah suatu hal yang mengerikan jika dilakukan dengan cara yang bijak dan tepat sasaran. Pada sore kemarin, 27 Maret 2012, saya menyaksikan satu wawancara dengan seorang pengusaha muda Jerman pada acara Talking Germany yang disiarkan oleh DW-TV

Wawancara dengan Marie-Christine Ostermann, seorang pengusaha muda yang tampaknya menentang pemberian pinjaman oleh Pemerintah Jerman kepada negara-negara Eropa yang mengalami krisis utang yang dimulai dari pertengahan tahun 2011. Menurut Ostermann, Pemerintah Jerman tidak memikirkan risiko jangka panjang ketika memberikan pinjaman kepada negara-negara tersebut (salah satu yang disebut adalah Yunani), karena pada akhirnya pinjaman tersebut akan menjadi beban untuk generasi penerus Jerman, yang terus terang saja, populasinya tidak cukup untuk menyokong keuangan negara tersebut. Bahkan pada saat ini, ada wacana untuk memangkas uang pensiun yang diterima oleh warga pensiunan Jerman. Jika wacana seperti ini sudah muncul ke permukaan, apakah yang sebenarnya terjadi pada perekonomian Jerman?

Ternyata Ostermann adalah salah seorang aktivis yang turut melakukan demonstrasi dalam menolak pemberian pinjaman Pemerintah Jerman. Kaum aktivis ini menyemprotkan cat semprot pada fasilitas-fasilitas umum yang terletak di lokasi yang ramai. Surprise, surprise! Pewawancara kemudian menanyakan kepada Ostermann, “Kalian menyemprotkan cat pada fasilitas umum, bukannya itu mengotori dan merusak?” dengan satu ekspresi bangga Ostermann menjawab, “Well, cat yang kami gunakan bukan cat semprot permanen. Jika hujan turun atau kena air, cat tersebut akan luntur terbasuh.”

Cara demonstrasi seperti ini, terus terang saja tidak pernah terlintas di benakku yang sempit ini. These people think about it! Bagaimana mengekspresikan pikiran mereka tanpa merusak apapun! WOW! Dibandingkan dengan mahasiswa di Indonesia, mereka ini seperti manusia-manusia modern sementara para mahasiswa di Indonesia seperti mahluk prasejarah, I don’t even know if I could refer these Indonesians as “humanbeing.”

The way I see it, ngapain juga mereka ini demonstrasi besar-besaran ya buat menolak kenaikan harga BBM? Masih untung negara ini menerapkan fixed price untuk BBM yang dibeli pada SPBU Pertamina. Beli Premium ya IDR 4.500, beli Pertamax ya.. well harganya berubah-ubah terus sihh.. tapi kalau sanggup beli kendaraan, harusnya juga sanggup dong beli bahan bakar.. Kalau ternyata tidak sanggup biayai pembelian BBM, ya jual saja kendaraannya atau maksimalkan penggunaan kendaraan umum. Tidak usah gengsi-gengsian lah kalau memang tidak sanggup. Ngapain memaksakan diri coba? Dan pengguna kendaraan pribadi yang notabene kendaraan mewah, jangan kayak orang susah ah beli Premium mulu! Tidak malu apa ambil subsidi yang merupakan hak rakyat kecil?

Oh, dan bicara soal kenaikan harga barang-barang.. Masyarakat ini sebenarnya tahu tidak sih tentang perbedaan BBM Industri dengan BBM Subsidi? Pelaku bisnis ya diwajibkan oleh Pemerintah untuk menggunakan BBM Industri, misalnya pabrik ini itu, perusahaan ekspedisi besar, dan usaha-usaha lainnya umumnya demikian. BBM Industri tidak dipengaruhi oleh subsidi Pemerintah. Para pengusaha pasti sudah punya hitung-hitungannya lah biar tidak rugi. Kalau ada kenaikan harga barang, kemungkinan besar harganya dinaikkan oleh penjual yang menjual barangnya kepada end-user. Dunia ini tidak sesederhana yang kalian pikirkan, adik-adik mahasiswa! Sana belajar lagi! Jangan bikin malu!

PS. : Pengurangan subsidi BBM sebenarnya membawa dampak positif lain sihh.. yaitu bisa menekan konsumsi minyak bumi yang notabene merupakan sumber daya yang tidak terbaharui. Setidaknya bisa merealisasikan aksi Go-Green yang selama ini kita kampanyekan. Sudah terasa kan, cuaca ekstremnya? Masih berani bilang kalau pemanasan global hanya mitos isapan jempol? Percumalah kita berkoar-koar kampanye Go-Green, tanam berjuta pohon, kalau komsumsi minyak bumi dan tingkat emisi gas masih meningkat.

I read this news a couple of days ago. Dan yah.. i didn’t post it instantly. sebagian dari diriku sungguh malas menulis, tapi sebagian besarnya menghabiskan waktu bersama teman yang datang dari jauh. 😀

Jadi menurut beberapa pejabat yang diberikan tugas untuk mempercepat laju ekonomi Indonesia, zona waktu yang terbagi atas tiga wilayah waktu (Indonesia Bagian Barat menggunakan patokan GMT +7, Indonesia Bagian Tengah dengan patokan GMT +8 dan Indonesia Bagian Timur dengan GMT +9) sudah tidak efektif untuk perekonomian dan pemerintahan Indonesia. Mengapa?

Sebagai seorang yang dulunya berkecimpung di dunia bisnis, I can say that this different time zones is a pain in the ass. Pusat bisnis umumnya berada di Jakarta yang merupakan bagian zona Waktu Indonesia Bagian Barat, sementara kantor pusat tersebut umumnya mempunyai kantor-kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah my former employer. Ada kalanya kantor cabang mengurusi rumah tangganya sendiri, namun ada juga beberapa saat kantor cabang memerlukan persetujuan dari kantor pusat untuk hal-hal tertentu yang melampaui wewenang mereka. Jadi bayangkan saja apa yang terjadi jika ketika ada satu permasalahan yang sangat mendesak dan memerlukan persetujuan kantor pusat, ternyata kantor pusatnya belum beroperasi. Dalam bisnis, ada pepatah yang menyatakan bahwa waktu adalah uang, dan memang ada beberapa masalah yang sensitif dengan waktu.

Pekerjaan yang bersinergi dengan kantor pusat yang berada di zona Waktu Indonesia Bagian Barat normalnya delapan jam sehari, hanya efektif selama tujuh jam sehari di zona Waktu Indonesia Bagian Tengah dan bahkan hanya enam jam di zona Waktu Indonesia Bagian Timur! Bayangkan hasil yang diperoleh dengan menyatukan zona waktu!

I read this somewhere, Singapore dan Malaysia yang seharusnya berada pada zona waktu GMT +7 menyesuaikan zona waktunya dengan Hong Kong yang berada pada GMT +8 demi kepentingan ekonomi. Terbukti dengan menyamakan zona waktu mereka dengan Hong Kong, bursa pada negara mereka beroperasi pada waktu yang sama dengan bursa di Hong Kong dan volume transaksi mereka meningkat. Sebelum membaca ini, saya penasaran mengapa Singapore dan Malaysia menggunakan GMT +8 sebagai zona waktunya. Ternyata inilah alasan utamanya.

Menurut kabar burung, penyatuan zona waktu ini akan mulai diterapkan pada 17 Agustus 2012, peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Apakah akan terjadi lebih cepat atau lebih lambat, siapa yang tahu? I think this will be great!

motives

I have this habit. I always question people’s motivation in doing things. Some say that i am too skeptical, that i am a very bitter person that can see no good in what people do but i have my reasons.

In this crazy world, life is not “that” easy, not “that” simple and not “that” wonderful. call me paranoid or whatever thing you like, but i learned it the hard way; you can’t really trust everyone, especially those you call ‘close friends’.

Keep your friends close, and your enemies even closer.

That quote didn’t exist for no reason. So many betrayal stories have been told. i don’t know if one ever happened to any of you, reader, but didn’t Judas betray Jesus? Didn’t he trade Jesus for silver coins? Who’d have known? Jesus did, but if that thing is about to happen to any of us, who’d tell?

If any of you read my posts several years ago, you wouldn’t believe that i write this post. I have turned into this monster. I think i lost my trust in human being, we human are monstrous creatures. Didn’t God create us according to His own image? How could we turn out this way? I have seen how superior people shamelessly use the inferiors to achieve their purpose, I have seen how money rule the world while it is God who should have reigned over it, how could we live like this?

Despite of all those bitterness I see, I know good things also happen; friendship, how people love you for who you are, how they support you in everything you do, how they keep you from shattering yourself apart, adoration, admiration, satisfaction, excitement, wonderful things in life. But of all those, love is the one thing that matters most. Love in general, love for other people, love for every little thing you do and put your whole heart to, love for yourself, love for the nature and the foremost for me, love for God. Love makes this world bearable.

I spent my two years of intriguing life. I have tasted the bitterness of life. But along the way, I encountered so many paths with many different people that come and go, some of them stick with me and walk along the same path I walk on, some went to entirely different direction, and to be honest, I really love these people who stick with me and walk along the same path I walk on. I will soon change my direction, things won’t be easy, but I wish to keep them close to my heart.

You know when I said I knew little about love? That wasn’t true. I know a lot about love. I’ve seen it, centuries and centuries of it, and it was the only thing that made watching your world bearable. All those wars. Pain, lies, hate… It made me want to turn away and never look down again. But when I see the way that mankind loves… You could search to the furthest reaches of the universe and never find anything more beautiful. So yes, I know that love is unconditional. But I also know that it can be unpredictable, unexpected, uncontrollable, unbearable and strangely easy to mistake for loathing… (Neil Gaiman, Stardust)

I watched the movie and I liked it. Hope you enjoy this post 🙂

Pop!

kalau penampilan sewaktu konser sama saja dengan rekaman audio, why bother cape-cape nonton konser, right?

well, it is my personal thought. dan pemikiran tersebut muncul ketika menonton konser Blue semalam dan mereka menyanyikan semuanya persis seperti rekaman mereka. not that i complain, but they can do better than that..

there’s this band from Donostia-San Sebastian, Spain. i don’t know if you ever heard of them, but all i know, i love their music, they were nominated for Grammy Award : Best Latin Pop Album in the 2004 (Alejandro Sanz won the award), please welcome : La Oreja de Van Gogh (Van Gogh’s Ear)!

i was watching this telenovela channel and it was their video on the hub! the song was good, too bad i don’t really remember what the title of the song was. but the band’s name is enough to make me Google them. i discovered that they sing so many good songs! they soon became my new addiction. whenever i had a bad day, i just need to put their music on and i’d feel better.

i accidentally found this video on YouTube, it is a combination of LOVG’s concert before and after their first vocalist, Amaia Montero left the band to pursue solo career. this video set my standard way too high for concerts. please enjoy :

and for the comparison, i have their original version of the song :

tell me what do you think? aren’t these people awesome? if every musician put up good concerts like what LOVG did, i bet the concert tickets would be sold out in no time. those are what i call good concerts!

tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba kota udik ini didatangi nama-nama yang besar di era akhir 1990-an dan awal 2000-an tersebut. dan yang sesuatunya, di Indonesia mereka hanya tampil di Jakarta (28 Februari) dan di Makassar (2 Maret kemaren)

sebagai manusia yang tumbuh di era mereka, saya pastinya ingin nonton konsernya dong.. kapan lagi coba A1, Blue dan salah seorang personil 98 Degrees bisa tampil dalam satu panggung? mana harga tiketnya murah lagi. (entah ini artinya tarif mereka sudah anjlok atau apa, hehe)

sebagai opening, Jeff Timmons menyanyikan lagu-lagu yang sebelumnya populer dinyanyikan oleh 98 Degrees. beberapa my faves itu ya : Because of You, The Hardest Thing. lagu-lagu lainnya ya sekadar tahu dan bisa sing along laahh.. Invisible Man, Give Me Just One Night (Una Noche), dan I Do (Cherish You) yang nyanyinya diiringi keyboard saja. penampilan Jeff tidak mengecewakan kok, meski kebanyakan pakai minus one, dan meski i personally like Nick Lachey’s voice over Jeff’s, but he did a great job.

penampilan berikutnya A1. well, i didn’t really like this boyband back then, waktu mereka menari-menari tidak jelas dalam setiap penampilan dan video musik mereka. seriously. but personally, i think they were the performer of the night. mereka tampil dengan full band, Mark on keyboard and Christian on the guitar. they did the dancing thingy just once and after that, Mark said, “now you know why we don’t dance anymore.” dengan ekspresi wajah “i don’t wanna do that again”. i really enjoyed their music.

A1 sings their greatest hits songs, Same Old Brand New You, Be The First To Believe, One More Try, Everytime, Like A Rose, Caught in the Middle; several new songs yang terdapat dalam album baru mereka, Waiting for Daylight dan In Love and I Hate It (i really like this song); and they also cover two very popular songs by today’s popular singers Poker Face dan I Got A Feeling!

yang paling terakhir muncul ya Blue. entah kenapa ya dengan boyband paling akhir ini.. kayaknya persiapannya kurang dehh.. masa sudah mau tampil baru cek suara? hello? mana salah setting lagi sound systemnya.. parah bener.. akhirnya penampilan mereka tidak maksimal. dan Lee jadinya uring-uringan sepanjang performance mereka. apa yang mereka nyanyikan? ya biasa.. tidak ada lagu baru 😛 All RIse, If You Come Back, a little of Best in Me, U Make Me Wanna, One Love, Fly By II, dan kalau tidak salah yaa.. Too Close.

tidak seperti A1, Blue tampil dengan konsep lama mereka. all singing, all dancing. well, i personally don’t like boys who dance for living. haha. i mean, dude, that singing and dancing thing are so dull. come back with new concept like A1, win new market, new fans! kalau cuma nyanyi sambil menari-menari begitu ya kurang dewasa laah.. macam SM*SH aja mereka ini. 😀

overall, konsernya ini sangat menyenangkan. listening to the songs i grew up with, watching these people in person and too see them getting old and more mature (except Blue) is a great thing. meskipun di belakangku ada ababil dengan suara cempreng yang teriak-teriak “I love you, Jeff!”; “I love you, Ben!”; “MAAAAAAAAAARRRRRKK”; “DUNCAAAAAAAANNNN”; rasanya sih tidak luar biasa, tapi saya menikmati semuanya. how could i blame them for being so hysterical? these lads are so yummy to the eyes..

i like how A1 interacted with the audience. mereka berbicara seakan-akan semua penonton mengerti mereka, they told jokes, they wanted us to enjoy themselves. ada satu ketika di mana Ben komentar seperti ini : “wow, you are all great singers. you sing the songs well, but some of you sing off the notes.” dan ya, memang begitulah adanya, ababil-ababil di belakangku yang teriak-teriak gila itu ya nyanyinya fals mampus. well, they didn’t sing, they screamed. ya gimana bisa tepat nadanya? mana suara cempreng. it was annoying.

too bad saya tidak membuat dokumentasi konser semalam. well, saya nonton konser tujuannya sebagai hiburan sihh memang, bukan buat pamer atau apa.. but i got this video on youtube and i’m about to share it with you guys. memang bukan rekaman konser di Makassar, tapi inilah lagu yang jadi highlight di konser kemarin, “In Love and I Hate It,” i hope you all like it.

menurutku ada sepotong lirik yang nadanya mirip dengan lagu populer terbaru dari Kelly Clarkson yang judulnya Mr. Know It All.. what do you think, guys?

tolong diperhatikan bagian “i’m in love and i hate it, hate it!” dan bandingkan dengan “you think that you know me, know me?” 😀

hope you enjoy my messy post!

ps. : video A1 menunjukkan bahwa mereka melibatkan audience dan playful, right? 😛 that’s why i name them performer of the night 🙂 well done.

pps. : and guys, please, we all go to concerts to enjoy live performance of the musicians. so please be polite and don’t ever sing loudly if you are off the notes. it is annoying. 😛

ppps. : i really hope you enjoy this video! i’m off now!